Keutamaan dan Amalan di Bulan Rajab
Dr. Adnan Mahdi, S.Ag., M.S.I.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا بِشَهْرِ رَجَبَ، وَهُوَ الَّذِيْ اصْطَفَى نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا ﷺ اَلْمُجْتَبَى الْمُؤَيَّدَ. اَللّٰهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمَ وَبَارِكْ وَتَرَحَّمْ وَتَحَنَّنْ عَلَى مَنْ بِهِ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ يَوْمَ الْمَآبِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ رَبُّ الْعِبَادِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى سَائِرِ الْأَعَاجِمِ وَالْعَرَبِ.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُوْرِ عِنْدَ ٱللّٰهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللّٰهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Alhamdulillâh, segala puji bagi Allah, yang telah mencurahkan nikmat-Nya kepada kita semua, sehingga pada hari yang mulia ini, kita diizinkan hadir di Masjid ini untuk melaksanakan shalat Jum’at dalam keadaan sehat wal afiat. Shalawat dan salam untuk baginda Nabi junjungan alam, Nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan kita semua mendapatkan syafaat Beliau di Hari Kiamat, âmîn.
Hadirin, Kaum Muslimin Rahimakumullah
Hari ini adalah hari terakhir di bulan Jumadil Akhir, dan insya Allah besok kita telah memasuki bulan Rajab 1445 H. Bulan Rajab adalah bulan mulia. Hal ini dapat kita ketahui dari asal kata Rajab yaitu tarjib, yang maknanya adalah agung dan mulia. Menurut Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam kitab al-Ghuniyah, kata Rajab terdiri dari tiga huruf, yaitu Ra’, Jim dan Ba’. Huruf Ra’ bermakna Rahmatullâh (rahmat Allah), huruf Jim bermakna Jûdullâh (kemudahan Allah), dan huruf Ba’ bermakna Birrullâh (kebaikan Allah). Berdasarkan pemaknaan huruf-huruf tersebut, dapat kita pahami bahwa Rajab adalah bulan yang dimuliakan dan diagungkan Allah dengan tiga limpahan karunia-Nya, yaitu rahmat, kemudahan dan kebaikan untuk semua hamba yang mau bertaubat, bersyukur dan beribadah kepada Allah SWT.
Selain itu, bulan Rajab termasuk dalam al-Asyharul Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan, yaitu bulan Muharram, Rajab, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah. Hal ini dijelaskan di dalam al-Qurân surah At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُوْرِ عِنْدَ ٱللّٰهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللّٰهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.
Mengapa bulan-bulan tersebut dinamakan bulan haram? Berdasarkan tradisi dari zaman Nabi Ibrahim As, pada empat bulan tersebut, masyarakat Arab dilarang untuk berperang. Sekiranya ada pembunuhan, maka diyat atau dendanya lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya. Inilah salah satu cara mereka untuk menghormati empat bulan haram tersebut, termasuk di bulan Rajab.
Hadirin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Begitu besarnya limpahan karunia Allah di bulan Rajab ini, sehingga Rasulullah pernah berpesan di dalam khutbahnya di bulan Rajab: Wahai manusia! Sungguh telah menaungi kalian semua, bulan yang agung, yaitu bulan Rajab yang merupakan bulan Allah, setiap kebaikan akan dilipatgandakan di dalamnya, doa-doa akan diterima, kegelisahan akan dihilangkan, dan doa-doa orang mukmin tidak ditolak. Barangsiapa yang melakukan kebaikan di dalamnya, maka akan dilipatgandakan menjadi berlipat-lipat, dan Allah bisa melipatgandakan (pahala) bagi siapa saja yang Dia kehendaki (HR. Anas bin Malik).
Berdasarkan pesan Rasulullah di atas, wajar saja jika pe-perangan dilarang, bahkan perbuatan maksiat harus dihindari dan amal ibadah terus ditingkatkan. Menurut Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Tabyinul ‘Ajab bima Warada fi Syahri Rajab, ada beberapa amalan yang harus kita tingkatkan, di antaranya: Dzikir, puasa sunnah, dan memperbanyak sedekah.
Adapun dzikir yang paling masyhur dianjurkan oleh para ulama adalah malam pertama memasuki bulan Rajab, yaitu besok setelah shalat Maghrib dan setelah shalat Subuh. Sebelum membaca dzikir lain setelah mengucapkan salam saat selesai shalat, maka dianjurkan untuk membaca dzikir:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ
Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku
Dzikir ini dibaca sebanyak 70 kali setelah shalat Maghrib dan shalat Subuh di malam pertama bulan Rajab.
Hadirin, Kaum Muslimin Rahimakumullah
Amalan yang rutin dilakukan Rasulullah di bulan Rajab ini adalah puasa sunnah. Dalam sebuah Hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah pernah bersabda: Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman ibn Hakim al-Anshari berkata: Aku ber–tanya kepada Sa’id ibn Jubair tentang puasa Rajab, padahal pada waktu itu di bulan Rajab. Dia menjawab: Aku pernah mendengar Ibn Abbas berkata, Rasulullah SAW berpuasa (Rajab) terus, hingga kami berkata, beliau tidak berbuka, dan (pada waktu yang lain) beliau berbuka hingga kami berkata, Nabi tidak puasa (HR. Muslim).
Maksud Hadits di atas bahwasanya Rasulullah SAW sangat banyak berpuasa di bulan Rajab. Para ulama menganjurkan waktu puasa di bulan Rajab, yaitu pada ayyâmul bîdh (tanggal 13, 14, dan 15), hari Senin, Kamis dan Jumat. Puasa Rajab juga bisa dilakukan dengan satu hari berpuasa dan satu hari tidak seperti puasa Nabi Daud As. Bahkan menurut fatwa Al-Barizi yang dikutip oleh Sayyid Bakri Syattha’ dalam kitab Hâsyiyah I’ânah at-Thaâlibîn, orang yang memiliki hutang puasa bulan Ramadhan sebelumnya, diperbolehkan untuk membayar puasa tersebut bersamaan dengan puasa sunnah Rajab. Seandainya puasanya hanya niat qadha atau membayar hutang puasa Ramadhan saja, maka otomatis juga memperoleh kesunahan puasa Rajab.
Hadirin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Amalan yang perlu ditingkatkan di bulan Rajab adalah mem-perbanyak sedekah, karena ganjarannya sangat besar dan bisa menjauhkan dari neraka. Hal ini seperti bunyi Hadits berikut ini: Siapa yang bersedekah di bulan Rajab, maka Allah Ta’ala menjauhkan dirinya dari neraka sejauh jarak terbang seekor burung elang yang terbang dari kecil hingga mati karena tua. Berdasarkan hadits ini, jelas sekali bahwa ganjaran orang yang bersedekah di bulan Rajab akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, bahkan menjauhkannya dari neraka. Apalagi bersedekah untuk kepentingan orang banyak dan digunakan terus-menerus, tentu akan mendapatkan pahala jariyah yang tidak terkira jumlahnya dari Allah SWT.
Hadirin, Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah khutbah singkat yang dapat Khatib sampaikan. Sebelum mengakhiri khutbah ini, mari kita sambut dan isi bulan Rajab dengan amalan-amalan terbaik, jangan sia-siakan waktu tanpa diisi dengan kebaikan. Jangan lupa untuk selalu mem-baca doa yang diajarkan Rasulullah sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Ya Allah, semoga Engkau memberkahi kami pada Bulan Rajab dan Sya’ban, semoga Engkau pertemukan kami dengan Bulan Ramadhan.
Mudah-mudahan, Allah memberkahi kita semua di bulan Rajab dan Sya’ban, serta mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Kita berharap dan memohon, semoga Allah mewafatkan kita dalam keadaan terbaik, yaitu husnul khotimah, amîn ya Rabbal âlamîn.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللّٰهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْـمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.
اِتَّقُوْا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً.
اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَآئِ ذِي الْـقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْـفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَـعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

